Jumat, 29 Mei 2015

Indonesia Beli 16 Su-35

Keinginan TNI Angkatan Udara untuk membeli Su-35 Flanker E guna menggantikan F-5 Tiger mendapat jalan setelah direstui DPR. Pemerintah akhirnya memutuskan membeli satu skuadron pesawat tempur generas 5 buatan Rusia ini.
Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya membenarkan pesawat tempur Su-35 sudah masuk dalam rencana pembelian. Jumlah pesawat yang dibeli sebanyak 16 unit pesawat atau satu skuadron berikut persenjataannya.
“Iya benar, itu memang sudah masuk dalam rencana strategi (renstra) pembelian dan sudah sesuai dengan kebutuhan kita,” ujar Tantowi, Jumat 13 Maret 2015 sebagaimana dikutip Sindo News.
Saat disinggung anggaran yang dihabiskan untuk membeli pesawat tersebut, politikus Partai Golkar itu mengaku tidak mengetahui secara rinci.  Menurut Tantowi, pesawat tersebut akan tiba ke Indonesia secara bertahap. “Anggarannya beda dengan pembelian sebelumnya, tapi saya lupa berapa, tapi apa yang disampaikan Panglima TNI itu benar,” tegasnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengakui rencana pembelian Su-35. keputusan pembelian pesawat tempur tersebut melalui proses yang panjang “Itu sudah menjadi pilihan bersama antara TNI dengan Kemhan dan sudah menjadi kesepakatan,” ujar Moeldoko usai mengikuti kegiatan TNI Mendengar dengan tema Ketahanan di Bidang Energi dengan Berbagai Permasalahan dan Solusinya di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Su-35 merupakan salah satu pesawat paling ditakuti saat ini.  Pesawat yang merupakan hasil evolusi akhir dari Su-27 Flanker. F-22 Raptor, pesawat siluman Amerika disebut-sebut sebagai satu-satunya pesawat yang mampu mengimbangi Su-35. Meski masih dalam garis generasi ke-4++ yang belum memiliki karakter siluman, namun teknologi yang ditanamkan hampir seluruhnya adalah manivestasi dari generasi kelima.
Sebagai jet tempur superioritas udara, keuntungan utama adalah kombinasi kemampuan ketinggian dan kecepatan yang tinggi memungkinkan jet tempur akan memiliki kekuatan maksimum untuk menyerang terutama dengan menggunakan rudal udara ke udara jarak jauh.
Su-35 mampu meluncurkan senjata pada kecepatan supersonik tinggi sekitar Mach 1,5 pada ketinggian lebih dari 45.000 kaki. Data ini mengalahkan F-35 yang  akan banyak beroperasi di kisaran 30.000 kaki pada kecepatan sekitar Mach 0,9.
Su-35 Flanker dibangun dengan badan pesawat yang kuat, yang terbukti telah melebihi kinerja aerodinamis dari Boeing F-15 Eagle. Tetapi Su-35 justru lebih ringan, memiliki daya dorong vectoring tiga dimensi, avionik canggih dan kemampuan jamming yang kuat

sumber: http://www.jejaktapak.com
http://alutsista-indonesia.blogspot.com

Kamis, 21 Mei 2015

TNI Menang Lomba Menembak di Australia 2015

 TNI Menang Mutlak Lomba Menembak di Australia
 
Tim TNI yang berpartisipasi dalam kejuaraan menembak di Australia.
  Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional  Indonesia yang ke-107 tahun 2015, sejumlah prajurit TNI hampir dipastikan meraih kemenangan mutlak dalam Lomba Menembak Tahunan di Australia. Tim TNI telah mengumpulkan 28 medali emas, sementara tim Amerika bahkan belum meraih medali apapun.
Kejuaraan tahunan yang diselenggarakan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) ini berlangsung pada 20-23 Mei 2015 di Puckapunyal, negara bagian Victoria. Ada 17 tim dari 14 negara berlaga dalam kejuaraan yang mempertandingkan keterampilan menembak ini.
Selain 28 medali emas, tim TNI juga merebut 16 medali perak dan 10 medali perunggu, mengalahkan tuan rumah Australia di posisi kedua dengan empat medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu.
Ketangguhan penembak-penembak TNI bahkan tidak dapat disaingi oleh tim penembak asal Inggris yang baru meraih tiga medali emas, lima medali perak, dan tiga medali perunggu, apalagi tim penembak Amerika Serikat yang belum meraih medali apapun. Diperkirakan perolehan medali akan tim penembak TNI terus bertambah hingga pertandingan berakhir pada 23 Mei 2015.
Dalam rilis yang dikirim oleh KBRI dan diterima oleh ABC Australia Plus Indonesia, Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema memuji prestasi yang diraih regu tembak Indonesia. “Prestasi yang membanggakan ini menunjukkan betapa tangguhnya anggota TNI dan persenjataan buatan Indonesia di medan laga,” ujar Dubes Nadjib.
Atase Militer KBRI Canberra, Taufan Gestoro, yang mendampingi tim Indonesia selama perlombaan menambahkan, “Di bawah tekanan dan kompetisi internasional yang ketat, para peserta dari TNI bertanding dengan semangat luar biasa dan menyelesaikan tiap kompetisi dengan profesionalisme dan skill yang tinggi.”
Total 21 orang penembak dari Indonesia terdiri dari pejabat dan petembak profesional dari lingkungan TNI AD serta teknisi dari PT Pindad.
Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis senjata, yaitu senapan buatan dalam negeri SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2 (Elite & Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan Inggris.
Selain perlombaan kategori beregu, juga diadakan perlombaan kategori perorangan. Untuk kategori perorangan, diraih oleh 1. Letda Inf Safrin Sihombing (Kopassus), 2. Serda Misran (Kostrad), 3. Serda Suwandi (Kostrad) dan 4. Serda Woli Hamsan (Kostrad).

sumber: http://www.republika.co.id

Senin, 18 Mei 2015

Bandung – Pindad menargetkan dapat memamerkan panser amfibi yang mereka kembangkan, pada HUT TNI, Oktober mendatang. Pengembangkan panser amfibi itu sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Dirut Pindad Silmy Karim mengungkapkan hal itu ketika menerima kunjungan Danpussenif Mayjen TNI Hinsa Siburian di Bandung, Kamis (5/3). ”Diharapkan, sertifikasi panser selesai Juni mendatang. Jadi pada HUT TNI nanti sudah bisa ambil bagian dalam parade,” jelasnya.
Menurut dia, pihaknya terus menyempurnakan varian terbaru pansernya, terutama kemampuan amfibi, pertimbangan kebutuhan, doktrin, kecepatan, keselamatan, dan pengoperasian. Panser tetap berfungsi sebagai angkut personel. Hanya saja, panser bisa menembus rawa, sungai, dan danau sehingga memudahkan pergerakan pasukan.
Manuver
Dalam atraksi yang diperlihatkan kemarin, dalam posisi mengambang, purwarupa panser amfibi itu lincah bergerak ke sana-mari. Panser sanggup maju dan mundur dan berkelok tajam. Panser memiliki water propeller sebagai penggerak di air.
Hinsa mengapresiasi produk Pindad tersebut. Secara implisit, perwira tinggi bintang dua tersebut bahkan menyatakan tertarik dengan performa panser amfibi.
”Khusus infanteri, yang ditonjolkan adalah manuver dan tembakan. Infanteri dasarnya jalan kaki. Selama ini, paser Anoa hanya di darat. Dengan panser amfibi, daya gerak dan manuvernya luar biasa,” tandasnya. (suaramerdeka.com)
Sumber:
http://jakartagreater.com/
https://indonesiacompanynews.wordpress.com /

http://tofastblog.blogspot.com/